PENDEKAR
KEDIRI
Pada masa penjajahan
anak Agung tahun 1800an di Desa Kediri Kabupaten Lombok Barat. Ada sepasang orang
tua yang melahirkan beberapa anak, tapi ada 2 anak laki-lakinya tumbuh besar
menjadi cikal bakal pejuang kediri, kedua anak itu di beri nama Mutar dan
Mesir, seiring waktu keduanya tumbuh besar.
Ketika meraka menginjak
remaka pada masa itu Anak Agung sewenang-wenang menyiksa menyakiti, merampas
harta warga kediri. Dan akhirnya mesir tergerak hatinya melalukan perlawan
terhadap anak Agung, dan menyusun rencana pemberontakan terhadap Anak Agung maka meletuslah gendrang peperangan, perang
tersebut lansung di pimpin oleh Mesir, dan mesir mampu mengusir hindu dari
kediri sampai ke bangket dalam, pada waktu itu mesir mengejar tentara hindu ke
bangket dalam, dan di desa bangket dalam juga terjadi pertempuran sengit ketika
tentara hindu mendapatkan bala bantuan tentara dari jage-rage dan akhirnya
mesir tumbang di bangket dalam karna menghadapi lawan yang tak seimbang, mesir
Cuma seorang diri sedangkan tentara hindu ada beberapa orang, mesir di
kebumikan di tempat dimana dia meninggal, mesir di kebumikan oeh saundarnya
yaitu Muhtar, setelah peperangan selesai
akhinya muhtar melanjutkan pendidikan agama dan menjadi guru ngaji, sampai dia
memiliki seorang anak bernama Athar, selang beberapa tahun Muhtar Hijrah ke
Mekah menimba Ilmu, dan menetap tinggal
di sana, dan belau menjadi Guru di sana memiliki keturunan, sampai belau wafat
di mekah.
Perang berkobar di Desa
kediri sebagian warganya yang muda dan gagah berani melakukan perlawan satu di
antaranya saudara dari ayahnya almarhum H khalil kediri yang bernama papuq
Tidak ada komentar:
Posting Komentar