Kamis, 04 September 2014



PENDEKAR KEDIRI
Pada masa penjajahan anak Agung tahun 1800an di Desa Kediri Kabupaten Lombok Barat. Ada sepasang orang tua yang melahirkan beberapa anak, tapi ada 2 anak laki-lakinya tumbuh besar menjadi cikal bakal pejuang kediri, kedua anak itu di beri nama Mutar dan Mesir, seiring waktu keduanya tumbuh besar.
Ketika meraka menginjak remaka pada masa itu Anak Agung sewenang-wenang menyiksa menyakiti, merampas harta warga kediri. Dan akhirnya mesir tergerak hatinya melalukan perlawan terhadap anak Agung, dan menyusun rencana pemberontakan terhadap Anak Agung  maka meletuslah gendrang peperangan, perang tersebut lansung di pimpin oleh Mesir, dan mesir mampu mengusir hindu dari kediri sampai ke bangket dalam, pada waktu itu mesir mengejar tentara hindu ke bangket dalam, dan di desa bangket dalam juga terjadi pertempuran sengit ketika tentara hindu mendapatkan bala bantuan tentara dari jage-rage dan akhirnya mesir tumbang di bangket dalam karna menghadapi lawan yang tak seimbang, mesir Cuma seorang diri sedangkan tentara hindu ada beberapa orang, mesir di kebumikan di tempat dimana dia meninggal, mesir di kebumikan oeh saundarnya yaitu Muhtar,  setelah peperangan selesai akhinya muhtar melanjutkan pendidikan agama dan menjadi guru ngaji, sampai dia memiliki seorang anak bernama Athar, selang beberapa tahun Muhtar Hijrah ke Mekah menimba Ilmu, dan menetap  tinggal di sana, dan belau menjadi Guru di sana memiliki keturunan, sampai belau wafat di mekah. 
Perang berkobar di Desa kediri sebagian warganya yang muda dan gagah berani melakukan perlawan satu di antaranya saudara dari ayahnya almarhum H khalil kediri yang bernama papuq

Tidak ada komentar:

Posting Komentar